Friday, 10 February 2012

Anak Tuhan









Si Kecil Manis

Pasti kalian diluar sana pernah berfikir kalo kalian adalah manusia yang paling bersedih, atau kalian pernah memarahi tuhan bahwa "tuhann Nggak adil, kenapa aku harus hidup susah begini" kalian pasti kadang berfikir kalian orang tersusah didunia ini.
Lihat anak-anak diatas itu. dimasa kecil dimasih bisa tertawa dan bermain, mereka nggak tau apa yang sudah terjadi dikehidupan mereka.
seharusnya kita sadar akan itu. Anak-anak itu tidak pernah minta sama tuhan ntuk mendapatkan kehidupan tumbuh besar di sebuah Panti, yang tingal tumbuh bersama 35anak lainnya dalam 1 kamar, makan 1 piring untuk 5 anak. dibesarkan dengan orang yang sebenarnya bukan sesosok orang yang mereka harapkan.
terkadang mereka harus merasakan sakit akan cubitan kecil yang dilayangkan oleh pengasuh2 itu. mungkin pengasuh itu bisa menyakiti mereka, karena ia telah lelah mengatur anak kecil sebanyak itu.
kalo kalian melihat suapan dari pengasuh tersebut. kalian bisa melihat layaknya se sekop gundungan pasir besar yang dimasukkan kemulut kecil anak-anak tuhan itu.

Anak-anak diluar panti itu bisa mencium keharuman tubuhnya setelah mereka mandi. tapi anak-anak tuhan ini tidak, dengan 3 pengasuh untuk memandikan 35 orang anak sangat susah untuk mendapatkan wangi khas anak-anak kecil yang bertaburan bedak dipipinya.
Andaikan anak Tuhan diberikan pilihan saat mereka di lahirkan. mereka akan berontaka saat tuhan akan menentukan langkah awal ia lahir di bumi ini. dia akan memilih Orang tua yang Lengkap, Bapa Ibu Pengusaha besar, mempunyai pengasuh Pribadi sendiri.

dilain anak Tuhan malang itu , sebagian pemuda sadar kewajiban manusia untuk saling menyayangi. mereka setiap 2 minggu sekali datang berkunjung ke panti yang terletak di Cipayung tersebut. anak-anak kecil itu ga butuh baju mahal, makanan westers atau apalah yang berkaitan akan uang. mereka butuh kasih sayang, cinta dan perhatian... Rotaact Jakarta Sentral Club

Nama anak asuh ku Willy, dia lucu putih dan manis. Aku sangat meyayangi anak itu.

No comments:

Post a Comment